Indeks Berita

Darwati Ajak Perajin Sulaman Benang Emas Berinovasi

Jumat, 17 November 2017

Humas Aceh | 17 Nov 2017

Ketua Dekranasda Aceh Darwati A Gani berharap agar Gampong Panton Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya menjadi Desa Kerajinan Sulaman Benang Emas yang repesentatif di Kabupaten Aceh Jaya.

Hal itu dikatakan Darwati pada acara pembinaan, penilaian desa kerajinan dan penyerahan bantuan kepada perajin sulaman benang emas di gampong Panton kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya, Senin (13/11/2017).

Untuk mewujudkan hal itu, kata Darwati dibutuhkan kreatifitas, pengetahuan dan wawasan para perajin. Oleh karena itu Ia berharap agar gampong Panton menjadi salah satu desa kerajinan terbaik.

”Kepada semua pihak yang terkait, juga Bapak dan Ibu Pembina dari Kabupaten Aceh Jaya teruslah desa ini dibina, didukung, dibantu, tingkatkan kemampuan dan wawasan para perajin dengan berbagai pengetahuan baik melalui pelatihan maupun workshop,” lanjut Darwati.

Darwati juga mengingatkan bahwasanya produk kerajinan tidak bisa bertahan bila tidak adanya inovasi , peningkatann kualitas.

Produk sulaman benang emas tersebut kata Darwati, akan lebih menarik, diminati dan mudah dipasarkan jika kita memperhatikan kualitas produknya baik dari pemakaian bahan, keserasian aksesoris, kerapian sulamannya, perpaduan warna benang.

”Dan yang paling penting agar produk sulaman benang emas ini tidak monoton adalah dengan inovasi desain, maksud inovasi desain disini adalah mencari desain baru agar produk yang selama ini dihasilkan hanya berupa perlengkapan untuk kebutuhan adat dapat menjadi lebih variatif menjadi produk lainnya seperti kalau selama ini membuat tirai pelaminan atau kipas, dapat kita kembangkan menjadi replika tirai atau kipas yang dikemas dalam hiasan dinding, dibuat aneka tas, menjadi tempat tisue, sarung aqua, pada desain baju , dan aneka produk lainnya,” lanjutnya lagi.

Diakui Darwati, hampir diseluruh wilayah Aceh kerajinan sulaman benang emas atau kasab telah menjadi industri kerajinan yang membanggakan dengan keindahan dan kehalusan serta perpaduan warna yang khas.

Pada kesempatan itu Darwati juga menyerahkan bantuan modal usaha berupa bahan dan peralatan pendukung produksi. Bantuan itu diharapkan dapat memacu para perajin untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya.

”Meskipun bantuan ini belum mencukupi semua kebutuhan produksi kerajinan sulaman benang emas, namun diharapkan dapat meningkatkan semangat berkerja dan berusaha dan meningkatkan kemandirian para perajin,” pungkas Darwati.

The post Darwati Ajak Perajin Sulaman Benang Emas Berinovasi appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Buku Tentang Hubungan Turki Utsmani dengan Aceh Diterbitkan

Jumat, 17 November 2017

Humas Aceh | 17 Nov 2017

Jakarta – Buku kompilasi sejarah yang disusun dari puluhan naskah otentik menggambarkan detil hubungan diplomatik antara Kesultanan Aceh dengan Turki Utsmani di abad ke-16 hingga ke-19, akan segera diterbitkan. Adalah Hitay Holding — induk usaha dari Hitay Energy Holdings, sebuah perusahaan Turki yang bergerak di bidang energi panas bumi, yang akan menerbitkan buku itu.

Dalam dokumen beberapa cukilan isi buku tersebut tergambarkan bahwa isi buku itu diketahui sangat menarik karena keaslian naskah-naskahnya yang diambil dari arsip eksklusif Utsmani di Turki.

“Buku yang digagas sejak 2014 dan dihimpun melalui pelacakan yang mendalam atas dokumen-dokumen otentik yang dipimpin oleh para cendikiawan sejarah Turki yang terkenal seperti Prof. Ismail Hakki Goksoy, Mehmet Akif Terzi, Agmet Ergun dan Mehmet Alacagoz, disusun dalam kurun waktu hampir 3 tahun,” demikian dijelaskan pihak Hitay dalam keterangan tertulisnya, Jumat 17 November 2017.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, menyambut baik diterbitkannya buku tersebut karena dapat menggambarkan kedekatan hubungan sejarah antara Aceh dan Turki.

“Ini merupakan karya fenonenal tentang hubungan persaudaraan dan politik antara Aceh dan Turki,” ujar Mulyadi Nurdin.

Isi buku tersebut memuat kajian politik, agama dan juga perdagangan antara Kesultanan Aceh dan Turki Utsmani dan dilengkapi dengan puluhan koleksi gambar dan naskah-naskah tua yang belum pernah diterbitkan. Buku berjudul Turki Utsmani – Indonesia itu diterbitkan dalam tiga bahasa yaitu Turki, Indonesia dan bahasa Inggris.

“Cukup banyak naskah yang sangat detail memberikan kita flash-back akan gambaran seluk beluk hubungan diplomasi antara dua negara bersaudara ini, yang menjadikannya menarik untuk diketahui oleh para peminat sejarah,” sebut pihak Hitay. Buku itu, diharapkan bisa mengantarkan para pembaca pada sebuah sejarah perjalanan persaudaraan antar dua negara dan juga mempererat tali persaudaraan melalui hati walaupun dipisahkan oleh jarak.

The post Buku Tentang Hubungan Turki Utsmani dengan Aceh Diterbitkan appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Soal Investasi 2017, Banda Aceh Terbaik di Aceh

Jumat, 17 November 2017
 Humas Aceh | 17 Nov 2017
Jakarta – Kota Banda Aceh meraih penghargaan Aceh Investment Award (AIA) 2017. Kota yang dipimpin Aminullah Usman dinilai mampu menghadirkan layanan perizinan terbaik dan juga promosi sehingga mampu menarik investasi lebih banyak ke Banda Aceh. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf kepada Walikota Banda Aceh H Aminullah Usman SE Ak MM, Kamis (16/11/2017) di Hotel Sangri-La, Jakarta.

Pada proses penilaian yang dilaksanakan oktober 2017 lalu, Banda Aceh menempati peringkat pertama dan diikuti oleh Gayo Lues, Nagan Raya, Lhokseumawe dan Aceh Besar.Data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), prestasi ini diraih setelah melewati sejumlah penilaian oleh tim penilai independen.
Banda Aceh dinilai berhasil melakukan promosi dan memudahkan perizinan bagi investasi. Untuk tahun 2017 saja, DPMPTSP telah mengeluarkan 19 izin prinsip dengan nilai investasi mencapai Rp. 850 M. Pencapaian ini sangat signifikan bila dibandingkan dengan tahun 2016 dimana DPMPTSP mengeluarkan 11 izin prinsip dengan jumlah investasi hanya Rp. 15,9 M. Data dari DPMTSP, nilai investasi yang mencapai Rp. 850 M tahun 2017 lebih banyak bergerak di sektor perdagangan dan jasa, transportasi dan perikanan.
Kemudian, Kota Banda Aceh juga dinilai mampu menata kelembagaan dan mampu melakukan pengendalian investasi. Dari sisi kelembagaan, Banda Aceh telah memiliki SOTK yang baru dan sesuai dengan Qanun. Sementara dari sisi pengendalian, Pemko selalu melakukan pengawasan, pemantauan dan pembinaan. Prestasi ini tidak terlepas dari komitmen Walikota Banda Aceh yang memudahkan perizinan bagi investasi di Banda Aceh.
Dalam sejumlah kesempatan, Aminullah kerap menyampaikan dirinya akan mempermudah izin investasi di Banda Aceh. Menurut Amin, dengan semakin banyak investasi di Banda Aceh maka akan memperbanyak kesempatan bagi tenaga kerja lokal untuk mendapatkan pekerjaan dan dengan sendirinya akan menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Seusai menerima penghargaan, Aminullah berharap Pemerintah Pusat dapat memberikan kemudahan bagi investor yang ingin masuk ke daerah, terutama investor dari luar negeri.

The post Soal Investasi 2017, Banda Aceh Terbaik di Aceh appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Bupati Rocky Lepas Kafilah Aceh Timur

Jumat, 17 November 2017

Humas Aceh | 17 Nov 2017

IDI – Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib atau Rocky, melaspas secara resmi Kafilah MTQ XXXIII Aceh Tahun 2017 di Aula Serbaguna Idi, Rabu 15 Nopember 2017, sekira pukul 22:00.

“Jaga kesehatan dan jalin kekompakan dan kebersamaan. Dan yang paling penting setiap peserta harus percaya diri agar bisa tampil maksimal, apalagi sudah dilatih dan tampil dalam beberapa kali dalam rangka uji coba (tray out—red),” ujar Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib atau Rocky, usai Pelepasan Kafilah MTQ XXXIII Aceh Timur.

Dia juga mengajak semua masyarakat Aceh khususnya yang berdomisili di Kab. Aceh Timur, terus menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam nuansa keislaman ini. “Mari kita jaga silaturrahmi qari-qari’ah se Aceh ini dengan harapan kegiatan yang baik ini mendapat ridha dari Allah SWT, amin,” ujar bupati.

Disinggung tanggapan soal latihan Tari Kolosal di Arena Utama MTQ XXXIII yang diprotes salah satu ormas Islam di Aceh Timur, Bupati Rocky hanya tersenyum, karena dia menilai Tari Kolosal itu hanya sebatas latihan para pelajar.

Diibaratkan seperti para santri yang belajar membaca zikir barzanji menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW. “Anak-anak sekolah ini latihan. Jika dibutuhkan sewaktu-waktu sudah siap tampil. Sama seperti santri belajar zikir maulid didayah menjelang peringatan Maulid Rasulullah SAW, tidak mungkin kita larang. Soal nanti mendapat jadwal tampil atau tidak bukan hak orang yang menggelar peringatan maulid,” kata Bupati Rocky.

Dia bahkan mengatakan tidak mungkin digelar tari dengan goyang India ditengah lapangan saat pembukaan MTQ XXXIII di Aceh Timur, karena ini even islami, apalagi malam pembukaan itu akan hadir ulama-ulama kharismatik Aceh, seperti Abu Tumin (Tgk. H. M. Amin),” tandas Rocky.

The post Bupati Rocky Lepas Kafilah Aceh Timur appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Diskominfo dan Persandian Kota Bekasi Kunjungi Banda Aceh

Jumat, 17 November 2017

Humas Aceh | 17 Nov 2017

Banda Aceh – Sebanyak 12 pejabat dan staf di lingkungan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Bekasi melakukan kunjungan ke Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh. Kamis (16/11/2017).

Rombongan yang dipimpin Kepala Bidang TIK Diskominfo dan Persandian Bekasi, Erwin, ini disambut langsung Plt Kadiskominfotik Kota Banda Aceh, Drs Iskandar di Aula Madani Center dalam rangka mempelajari berbagai Aplikasi dan IT yang ada di lingkungan pemerintahan kota Banda Aceh.

Iskandar mengatakan, pihaknya merasa tersanjung dengan kunjungan para pejabat Kota Bekasi yang ingin belajar tentang Kemajuan Kota Banda Aceh.

Iskandar dalam pertemuan ini yang didampingi sejumlah pejabat Diskominfotik Kota Banda Aceh memberikan gambaran umum tentang berbagai aplikasi yang ada di Kota Banda Aceh kepada para tamu.

“Kita menyambut baik kunjungan tersebut, kunjungan yang dilakukan Diskominfo dan Persandian Kota Bekasi sebagai bentuk sharing dan bersinergi dalam meningkatkan pelayanan keterbukaan informasi publik.” Pungkas Iskandar.

Sementara itu pihak Diskominfo dan Persandian Kota Bekasi merasa kagum dan berterima kasih atas penjelasan yang telah disampaikan, salah satunya terkait aplikasi e-Kinerja.

Seperti  diketahui, e-Kinerja adalah salah satu aplikasi berbasis web yang digunakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh untuk menganalisis kebutuhan jabatan, beban kerja jabatan, beban kerja unit  dan satuan kerja organisasi

Erwin mengungkapkan pihaknya akan manfaatkan ilmu yang didapatkan di Banda Aceh ini untuk meningkatkan pelayanan informasi di Kota Bekasi nanti.

Dalam kunjungan studi ini, mereka juga dijelaskan secara rinci aplikasi yang ada di Kota Banda Aceh. Mereka juga diberi kesempatan melihat secara langsung ruang ATCS (Area Traffic Controll System) yang berada di lantai dua.

The post Diskominfo dan Persandian Kota Bekasi Kunjungi Banda Aceh appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Selamat Datang Kafilah MTQ XXXIII di Aceh Timur

Jumat, 17 November 2017

Humas Aceh | 17 Nov 2017

IDI – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mengucapkan Selamat Datang kepada seluruh Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIII Aceh Tahun 2017 di Idi. Para kafilah akan berlomba dalam even tingkat Propinsi Aceh itu mulai 18 – 25 Nopember.

“Selamat Datang di Aceh Timur, semoga MTQ XXXIII Aceh Tahun 2017 sukses,” kata Bupati Aceh Timur, H.Hasballah HM.Thaib, melalui Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Timur, Safrizal, SH, M.AP, ketika menyambut kedatangan Kafilah Kabupaten Aceh Tamiang di Kantor Camat Birem Bayeun, Kamis 16 Nopember 2017.

Dihadapan 52 peserta qari-qari’ah Aceh Tamiang itu, Safrizal mengharapkan para kafilah untuk menjaga kesehatan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. “Selama berada di Aceh Timur, seluruh kafilah bagian dari keluarga besar Pemkab Aceh Timur. Oleh karenanya, mari kita jalin keakrapan ini dalam bingkai silaturrahmi dengan harapan mendapat ridha Allah SWT,” ujar Safrizal.

Dikatakan, masing-masing kafilah baik putra atau putri selama berada dipemondokan akan didampingi petugas penghubung atau Liaison Officer (LO) sebanyak tiga orang disetiap pemondokan. “Petugas LO nantinya akan memfasilitasi para kafilah selama ini dipemondokan,” tutur Safrizal.

Jika terkendala arah tujuan para kafilah saat pemberangkatan dari pemondokan ke lokasi arena, lanjut dia, maka petugas LO akan mendampingi kafilah ke lokasi perlombaan atau arena. “Tapi perlu diketahui bahwa antara pemondokan dengan arena rata-rata hanya berjarak lebih kurang 1 kilometer,” imbuh Safrizal.

Diharap, momentum MTQ XXXIII di Aceh Timur diharap benar-benar menjadi ajang silaturrahmi pemerintah kabupaten/kota se Aceh dan menjadi even berkumpulnya para qari-qari’ah dari berbagai cabang yang diperlombakan se-Propinsi Aceh. “Mari kita jaga ukhwah islamiyah ini sebaik-baiknya dan sampaikan kepada kami panitia bila di lapangan terhadat hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan,” tutup Safrizal

The post Selamat Datang Kafilah MTQ XXXIII di Aceh Timur appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Ahmadi : Umroh Bagi Juara Satu MTQ Tingkat Provinsi Aceh

Jumat, 17 November 2017

Humas Aceh | 17 Nov 2017

REDELONG : Ahmadi, SE akan memberikan bonus umroh bagi kafilah dan kafilahwati Bener Meriah yang meriah  juara satu dalam MTQ tingkat Provinsi Aceh Ke XXXIII  Aceh Timur.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kabupaten Bener Meriah tersebut saat melepas kontingen Bener Meriah untuk mengikuti MTQ ke XXXIII Provinsi Aceh di masjid Nur Nabawi Komplek perkantoran Serule Kayu, Redelong, Kamis (16/11)

“Secara pribadi kami berjanji, nanti yang akan mendapat jura satu kami akan berangkatkan umroh ketanah suci.”kata Bupati Ahmadi yang disambut dengan tepukan dari kafilah dan kafilahwati yang hadir dalam pelepasan tersebut.

Orang nomor satu di Bener Meriah itu menambahkan, dari 20 cabang lomba yang akan dipertandingkan, seandainya ke 20 cabang tersebut para kafilah dan kafilawati dapat juara satu maka, ke 20 orang tersebut akan di umrohkan.

“Jadi silahkan belajar tekun dan rajin, siapapun dia yang meraih juara satu, kendati 20 orang yang menjadi juara satu, kami akan berangkatkan umroh.” Kata Ahmadi kembali, sembari menambahkan dirinya akan hadir pada MTQ tersebut.

Diakhir sambutannya, Bupati termuda se Provinsi Aceh itu meminta agar seluruh kontingen Kabupaten Bener Meriah untuk menjaga nama baik Bener Meriah. “ silahkan kita beradaptasi di daerah orang, jaga kesehatan, dan terutama jaga adab sebagai tamu di rumah orang.”harap Bupati Ahmadi.

Sebelumnnya Kepala Syariat Islam Drs. Nasri Risma dalam laporannya menyebutkan, jumlah kontingen Bener Meriah yang diberangkatkan ke Aceh Timur dalam rangka mengikuti MTQ ke XXXIII tingkat Provinsi Aceh sebanyak 85 orang.

“20 orang Kafilah, 20 orang Kafilahwati, dan ditambah panitia, pelatih dan tim kesehatan 45 orang.”rincinya.

Kadis Syariat Islam Bener Meriah itu juga mengharapkan kehadiran Bupati Ahmadi, SE di MTQ Ke XXXIII di Kabupaten Aceh Timur, menurutnya kehadiran bupati tersebut untuk menambah semagat para kafilah dan kafilahwati Bener Meriah.

The post Ahmadi : Umroh Bagi Juara Satu MTQ Tingkat Provinsi Aceh appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Cek Zainal Buka Seminar Multifinance Syariah di Balai Kota

Jumat, 17 November 2017

 

Humas Aceh | 17 Nov 2017

Banda Aceh – Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin membuka secara resmi acara Roadshow Seminar Multifinance Syariah yang berlangsung di Aula Lantai IV Balai Kota Banda Aceh, Kamis (16/11/2017).

Acara bertema “Nyaman Bermuamalah dengan Pembiayaan Multiguna Syariah” ini digelar oleh Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh, dan didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Adira Finance Syariah.

Dalam sambutannya, Cek Zainal -sapaan akrab wakil wali kota- menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada MES Aceh yang telah berinisiatif melaksanakan kegiatan yang disebutnya sangat bermanfaat. “Ini upaya mengedukasikan masyarakat terhadap nilai positif yang terkandung dalam hukum syariah yang diterapkan di berbagai lembaga keuangan.”

Menurutnya, sistem ekonomi syariah yang telah kita terapkan di Banda Aceh selama ini memiliki prinsip-prinsip utama yang tidak dimiliki oleh sistem ekonomi konvensional. “Prinsip-prinsip itu antara lain kepatuhan pada aturan agama, tidak dikenakan bunga (riba) pada transaksi apapun, uang hanya diinvestasikan untuk tujuan yang mulia (halal), dan adanya pembagian risiko di antara mitra bisnis,” katanya.

Saat ini, sambungnya, masih banyak masyarakat yang berfikir bahwa untuk mendapatkan pembiayaan hanya melalui koperasi atau perbankan saja. Sebenarnya hal tersebut juga dapat diperoleh melalui perusahaan multifinance ini. “Apalagi multifinance telah ada yang berbasis syariah, dan sudah pasti menggunakan Prinsip Syariat Islam, dan ini akan saling menguntungkan berbagai pihak,” katanya.

Pada kesempatan itu Cek Zainal juga mengungkapkan Pemko Banda Aceh beberapa waktu yang lalu telah menggagas sebuah Lembaga Keuangan Mikro Syariah, yakni PT Mahirah Muammalah Syariah (MMS), yang saat ini sedang dalam proses untuk kelengkapan operasional.

“Keberadan lemabaga ini nantinya diharapkan dapat memotivasi kita bersama, serta mendorong tumbuh dan berkembangnya industri-industri keuangan yang berbasis syariah lainnya di Banda Aceh. Dan yang tak kalah penting dapat menekan bahkan menghilangkan praktik rentenir yang sangat merugikan masyarakat terutama para pelaku usaha kecil dan menengah,” pungkasnya.

Sebelumnya di tempat yang sama, ketua pelaksana kegiatan Firdaus Adnan menyebutkan kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait regulator multifinance di Indonesia. “Selain itu untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai pembiayaan multifinance syariah sekaligus mendorong peningkatan pangsa pasar multifinance syariah,” katanya.

“Peserta yang mengikuti acara ini berjumlah 220 orang yang terdiri dari kalangan praktisi keuangan mikro profesional, ibu rumah tangga, dan para mahasiswa penggagas ekonomi syariah. Adapun pembicaranya antara lain dari unsur pengurus pusat MES, Otoritas Jasa Keuangan, dan Adira Dinamika Multifinance,” katanya lagi.

The post Cek Zainal Buka Seminar Multifinance Syariah di Balai Kota appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

[Video] Irwandi paparkan peluang investasi Aceh di depan pengusaha dan duta besar

Jumat, 17 November 2017

Humas Aceh | 17 Nov 2017

Irwandi paparkan peluang investasi Aceh di depan pengusaha dan duta besar

The post [Video] Irwandi paparkan peluang investasi Aceh di depan pengusaha dan duta besar appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Wagub Aceh: Ayah Harun Tokoh Paripurna

Jumat, 17 November 2017

Humas Aceh | 17 Nov 2017

Banda Aceh – Harun Keuchik Leumik adalah tokoh Aceh yang sangat inspiratif dan Paripurna. Keberadaan dan eksistensi tokoh Aceh ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh generasi muda Aceh dengan terus menimba ilmu dari sosok yang akrab disapa Ayah Harun ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MTN dalam sambutannya pada acara peluncuran buku ‘Harun Keuchik Leumik Penyelamat Warisan Budaya’ yang di pusatkan di Aula PWI Aceh, kawasan Simpang Lima, Kamis (16/11/2017).

“Keterampilan dan profesi Pak Harun sangat lengkap, yaitu sebagai wartawan, pebisnis, penulis buku dan pemelihara warisan budaya Aceh. Tidak banyak tokoh yang memiliki kemampuan lengkap seperti Harun Keuchiek Leumiek. Menurut saya, kita semua harus meniru totalitas Pak Harun yang hingga saat ini tetap berkarya. Tidak ada kata pensiun bagi Pak Harun,” ujar Wagub.

Dalam kesempatan tersebut, Nova juga menghimbau kepada Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh untuk memberikan tempat eksklusif bagi buku-buku karya penulis Aceh.

“Harus ada suatu tempat khusus yang eksklusif bagi buku karya penulis-penulis Aceh, termasuk karya Ayah Harun. Lebih bagus lagi jika didigitalisasi, jadi khasanah keilmuan yang dituangkan oleh penulis Aceh dalam bukunya tetap terjaga dan dapat dinikmati dan dipelajari oleh generasi-generasi mendatang.

Sementara itu, H Harun Keuchik Leumik, dalam sambutannya sempat memberikan kiat dalam menulis sebuah buku kepada para hadirin yang memadati Aulia PWI Aceh. “Baik saja tidak cukup, karena dalam menulis buku kita dituntut untuk jujur,” tegas Ayah Harun.

Mengamini apa yang disampaikan oleh Harun Keuchik Leumik, Wagub membagikan pengalamannya saat memulai menulis sebuah buku di tahun 2010 lalu. “Sejak tahun 2010, saat masih bertugas di DPR RI, saya sudah memulai menulis buku. Namun, hingga tahun 2017, buku tersebut tak kunjung selesai. Ini membuktikan, bahwa menulis buku bukanlah hal yang mudah, sesuai pesan Ayah Harun, bahwa dalam menulis buku, baik saja tidak cukup, kita dituntut untuk jujur dalam menghasilkan sebuah karya. Saya kira inilah kunci yang membuat buku-buku karya Ayah Harun mampu memperkaya khasanah keilmuan kita, yaitu karena ditulis dengan jujur,” sambung Wagub.

Jalan Kaki Menuju PWI Aceh

Ada hal tidak biasa yang dilakukan Wagub hari ini. Padatnya jadwal dan kebiasaannya yang selalu berkomitmen untuk menghadiri seluruh undangan yang ditujukan padanya, membuat Wagub harus melakukan langkah cepat.

Untuk diketahui bersama, sejak pagi, Wagub sudah arus menghadiri kegiatan Sertifikasi Pekerja Konstruksi yang diselenggarakan oleh LPJK Aceh di Amel Convention Hall. Sebagai inisiator kegiatan tersebut, Wagub tentu merasa sangat berkewajiban untuk datang. Selesai mengikuti rangkaian acara, Wagub langsung menuju ke Kyriad Muara Hotel Aceh untuk menghadiri Soft launching hotel yang berada di kawasan Simpang Lima.

Selesai di Kyriad Muraya Hotel Aceh, Wagub yang juga dijadwalkan meluncurkan buku karya H Harun Keuchik Leumik, harus segera tiba di Aula PWI Aceh karena acara sudah di mulai. Melihat kemacetan parah di Simpang Lima dan tak ingin telat terlalu lama serta mengecewakan para hadirin, Wagub memutuskan untuk berjalan kaki dari Kyriad Muraya Hotel menuju PWI Aceh.

“Kalau mengendarai mobil, kita akan berputar, belum lagi ditambah suasana macet karena ada launching Kyriad Muraya Hotel, maka saya putuskan jalan kaki ke PWI ini. Tidak mungkin saya tidak hadir di rumah yang saya bangun sendiri. Dan, saat pembangunan Gedung PWI ini, pimpinan proyeknya ya Ayah Harun,” ungkap Wakil Gubernur.

Untuk diketahui bersama, saat gedung PWI Aceh dibangun pada masa Gubernur Ibrahim Hasan, Nova Iriansyah muda masih berprofesi sebagai konsultan pengawas yang bertugas mengawasi proses pembangunan Gedung PWI. Banyak cerita-cerita nostalgia yang disampaikan oleh Nova dalam sambutannya di acara peluncuran buku H Harun Keuchik Leumik ini. (Ngah)

The post Wagub Aceh: Ayah Harun Tokoh Paripurna appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Kalender Agenda

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32