Indeks Berita

Pengurus Asosiasi Futsal Kota Banda Aceh dikukuhkan, Ini Kata Walikota

Rabu, 16 Agustus 2017

Humas Aceh | 16 Agt 2017

Banda Aceh – Pengurus Asosiasi Futsal Kota Banda Aceh periode 2017-2021 telah dilantik dan dikukuhkan. Pengukuhan dan pelantikan dilakukan oleh Ketua Asosiasi Futsal Provinsi Aceh, Bardan Sahidi di Hotel Keumala Banda Aceh, Kamis malam (14/8/2017). 

Pelantikan Asosiasi yang diketuai Ridwan Salam ini disaksikan langsung oleh Walikota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM, Ketua PSSI Kota Banda Aceh Heri Julius dan Wakil Ketua KONI Banda Aceh, Ilmiza Sa’aduddin Djamal dan Sekretaris Asosiasi Futsal Provinsi Aceh, Reza Karmilin.

Usai pengukuhan, Walikota Banda Aceh menyampaikan sejumlah pesan kepada para pengurus. Kata Aminullah, kalau ingin sukses para penguris harus komit dan jangan setengah hati dalam bekerja.

“Yang diatas tugasnya memanage, pengurus yang dibawah harus mendukung. Dan para pengurus harus selalu kompak,” pinta Aminullah yang sering disapa Bang Carlos dikalangan pesepakbola.

Amin juga meminta para pengurus harus mampu melakukan pembinaan yang berjenjang sehingga melahirkan bakat-bakat baru futsal di Banda Aceh.

“Setiap ada even futsal di Banda Aceh harus sepengetahuan Asosiasi, rekomnya harus dari Asosiasi sehingga memiliki kesempatan untuk melihat setiap talenta yang muncul,” tambah Aminullah.

Dalam kesempatan tersebut, Amin juga meminta para pengurus jangan hanya terpaku pada bantuan APBK dalam menjalankan program, tapi juga harus mampu membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk mencarai sumber dana tambahan.

Kata Amin, selaku Walikota dirinya sangat mendukung setiap program yang akan dijalankan Asosiasi. Dan dirinya meyakini Ridwan Salam dan jajarannya mampu membawa Futsal Banda Aceh berprestasi karena selama ini telah lama berkecimpung di olahraga Futsal.

“Tapi tentunya harus selalu berkordinasi dengan KONI dan Asosiasi Futsal Provinsi agar setiap program dapat berjalan sesuai dengan harapan,” pinta Amin.

Di akhir sambutannya, Aminullah berharap Futsal Banda Aceh dapat lolos ke PORA 2018 yang akan digelar di Aceh Besar.

Pada prosesi pengukuhan dan pelantikan ini, Asosiasi juga melaunching tim Pra Pora Banda Aceh. Launching atau perkenalan pemain ditandai dengan pemyerahan kostum oleh Walikota kepada perwakilan pemain Futsal Pra PORA Banda Aceh.

Target dan Impian Ridwan Salam Usai dilantik Sebagai Ketua Asosiasi Futsal Banda Aceh

Banda Aceh – Ridwan Salam resmi dilantik sebagai Ketua Asosiasi Futsal Kota Banda Aceh periode 2017-2021, Kamis malam (14/8/2017) di Hotel Keumala, Lamteh Banda Aceh.

Dalam sambutan perdananya sebagai Ketum, mantan pemain Persiraja ini mengatakan dirinya dan jajaran akan bekerja maksimal membawa futsal Banda Aceh beprestasi.

“Target pertama kita lolos PORA, anak-anak akan mulai bertanding merebut satu tiket ke PORA mulai tanggal 20 Agustus nanti,” ungkap Ridwan Salam kepada Walikota Banda Aceh H Aminullah Usman SE Ak MM yang langsung hadir menyaksikan prosesi pelantikan dan pengukuhan.

Kata Ridwan Salam, para pemain telah mengikuti program latihan selama sebulan lebih sebagai persiapan untuk merebut satu tiket ke PORA.

“Dengan segala keterbatasan, kami telah melakukan persiapan untuk merebut tiket ke PORA. Anak-anak telah berlatih sebulan lebih, semoga mereka berhasil lolos,” harap Ridwan Salam yang juga ayah dari gelandang Persija Jakarta, Fitra Ridwan.

Selain menyampaikan targetnya, Ridwan Salam juga menyampaikan impiannya terhadap prestasi Futsal Banda Aceh. Sosok yang juga lama berkiprah sebagai pemain Persiraja ini memimpikan lahirnya sebuah tim Futsal dari Banda Aceh yang berlaga diliga profesional Indonesia.

“Ini impian saya pak Wali, Saya sangat menginginkan di Banda Aceh ada tim yang bermain diliga pro futsal Indonesia,” ungkap Ridwan Salam.

Katanya, dirinya pernah merintis dan berusaha membawa tim Banda Aceh lolos ke liga pro saat membawa tim Futsal Kutaraja berlaga di Liga Futsal Nusantara tahun lalu di Padang, Sumatera Barat.

“Namun kita tidak berhasil lolos waktu itu karena lawan lebih siap. Tapi Saya melihat kita punya potensi untuk berkembang,” Ridwan Salam mengungkapkan optimismenya.

Kata Ridwan, sudah saatnya futsal Banda Aceh berbenah dan mempersiapkan diri lebih baik lagi agar mampu bersaing dengan daerah lain, dan tentunya memiliki sebuah tim yang berlaga di liga pro Futsal Indonesia.

The post Pengurus Asosiasi Futsal Kota Banda Aceh dikukuhkan, Ini Kata Walikota appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Makan Siang Bersama, Aminullah Semangati Anggota Paskibraka Aceh

Rabu, 16 Agustus 2017

Humas Aceh | 16 Agt 2017

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh H Aminullah Usman SE Ak MM sejumlah Kepala SKPD jajaran Pemko Banda Aceh, Selasa (15/8/2017) melakukan temu ramah dan makan siang bersama dengan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Provinsi Aceh di pendopo Walikota, kawasan Blang Padang, Banda Aceh.

Acara ini juga turut dihadiri oleh Wakil Walikota Banda Aceh Drs H Zainal Arifin, Kadispora Aceh Musri Idris, Koordinator pelatih Paskibra Aceh Alta Zaini dan tim pelatih.

Dalam sambutan singkatnya, Aminullah menyampaikan keyakinan dan rasa optimisnya terhadap kesiapan 70 anggota Paskibra Aceh dan meyakini mereka akan melakukan tugasnya dengan baik.

Amin mengaku sering melihat persiapan anggota paskibraka saat menggelar latihan di Blang Padang yang berdekatan dengan pendopo Walikota yang ditempatinya.

“Saya lihat adik-adik sangat serius dalam berlatih dan sangat disiplin. Saya berharap semua ini dapat menjadi modal dan dapat dipertahankan. Kita semua berdoa agar di hari H nanti akan sukses menjalankan tugasnya,” ujar Aminullah.

Amin juga mengungkapkan rasa optimisnya terhadap kesuksesan anggota Paskibraka yang terdiri dari pelajar seluruh Aceh tersebut karena digembleng oleh tim pelatih yang sudah sangat berpengalaman.

“Tim pelatih sudah sangat pengalaman, koordinator pelatihnya, Alta Zaini  juga saya tahu sangat detail disiplin dan sangat serius. Bahkan ketika membina klub sepakbola saja selalu juara. Ini membuktikan keseriusannya dalam menangani suatu kegiatan,” ujar Aminullah.

Dalam kesempatan tersebut, Aminullah meminta kepada 70 anggota Paskibraka agar menjaga kesehatan dan kebugaran sehingga dapat menjalankan tugas dengan baik pada HUT RI ke 72 nanti.

Kemudian Amin juga meminta anggota Paskibraka terus menjaga kebersamaan dan menjadi teladan yang baik bagi pemuda-pemuda Aceh lainnya.

“Ini adalah pemuda pilihan, jadi harus menjadi teladan bagi pemuda Aceh lainnya,” pinta Aminullah.

Diakhir sambutannya, Aminullah juga berharap para anggota Paskibraka dapat berkontribusi memerangi narkoba yang saat ini sudah sangat meresahkan.

“Paskibraka harus juga berkontribusi dalam memerangi narkoba. Saat ini narkoba sudah sangat meresahkan dan sudah masuk ke gampong-gampong. Sebagai pemuda masa depan, anggota Paskibraka harus berperan dalam memerangi narkoba,” tutup Aminullah.

The post Makan Siang Bersama, Aminullah Semangati Anggota Paskibraka Aceh appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Irwandi Yusuf Hadiri Rapat Paripurna DPRA

Rabu, 16 Agustus 2017

Humas Aceh | 16 Agt 2017

Banda Aceh – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menghadiri dua rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh di gedung utama DPR Aceh, Selasa 15 Agustus 2017

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menghadiri rapat paripurna DPR Aceh di gedung utama DPR Aceh, Selasa 15 Agustus 2017.

Rapat pertama yang dihadiri Gubernur yaitu Paripurna Khusus DPR Aceh dalam rangka Penetapan Rancangan Qanun Usul Inisiatif DPR Aceh tentang Hak Keuangan dan Protokoler Pimpinan dan Anggota DPR Aceh yang digelar pukul 14.00 – 14.30 WIB.

Sementara rapat kedua yaitu Paripurna Istimewa DPR Aceh dalam rangka Pengucapan Sumpah dan Janji Anggota DPR Aceh Pergantian Antar Waktu yang digelar pukul 14.30 – 16.00 WIB.

Dalam rapat itu, Ketua DPR Aceh Teungku Muharuddin mengambil sumpah Mantan Ketua Umum Partai Nasional Aceh (PNA) Irwansyah, yang resmi dilantik menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh menggantikan posisi Darwati A Gani, istri Gubernur Irwandi Yusuf.

Sebelumnya, Darwati A Gani telah mengundurkan diri sebagai anggota DPR Aceh setelah suaminya, Irwandi Yusuf, dilantik menjadi Gubernur Aceh periode 2017-2022.

Darwati A Gani Sampaikan Pidato Terakhir

Istri Gubernur Aceh, Darwati A Gani menyampaikan pidato terakhirnya sebagai anggota DPR Aceh sesaat sebelum pelantikan mantan Ketua Umum Partai Nasional Aceh (PNA) Irwansyah sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dengan sisa masa jabatan 2017-2019.

Darwati yang berbicara di atas podium menjelaskan, dirinya mengundurkan diri agar lebih fokus mendampingi gubernur bekerja, dan juga untuk fokus pada jabatannya sebagai Ketua PKK Aceh.

Sementara Ketua DPRA, Teungku Muharuddin mengucapkan selamat kepada Irwansyah. Ia berharap Irwansyah dapat bertugas maksimal sebagai anggota DPRA.

Kedua pelantikan itu turut dihadiri Sekda Aceh Dermawan, Asisten III Kamaruddin Andalah, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Mulyadi Nurdin, para Kepala SKPA, serta para tamu lainnya.

 

The post Irwandi Yusuf Hadiri Rapat Paripurna DPRA appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Wagub: Pasca Damai Indeks Demokrasi Aceh Tertinggi di Indonesia

Selasa, 15 Agustus 2017

Humas Aceh | 15 Agt 2017

Banda Aceh – Banyak pengalaman dan pembelajaran yang bisa dipetik, dalam perjalanan 12 tahun perdamaian di Aceh. Selama perjalanan tersebut, masyarakat telah merasakan betapa situasi kondusif sangat berimbas positif bagi kehidupan dan pembangunan Aceh secara keseluruhan.

Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyerahkan santunan pada peringatan 12 Tahun Aceh Damai di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Selasa 15 Agustus 2017

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT, dalam sambutan singkatnya pada acara peringatan 12 Tahun Hari Damai Aceh, yang di pusatkan di Lapangan Blang Padang, Selasa (15/8/2017).

“Kini Aceh sangat kondusif, di mana penghormatan terhadap hak sipil dan politik rakyat semakin meningkat dan berkualitas.Tak heran jika Badan Pusat Statistik pernah memposisikan Aceh sebagai wilayah dengan indeks demokrasi tertinggi di Indonesia,” ungkap Nova.

Selain itu, sambung Nova, Dalam bidang keterbukaan informasi, Pemerintah Aceh selama tiga tahun ini telah mendapatkan penghargaan sebagai lembaga dengan Indeks Keterbukaan Informasi terbaik di Tanah Air.

Demikian juga dalam hal pengelolaan keuangan, dua tahun terakhir ini Pemerintah Aceh mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

“Sementara itu, dalam bidang investasi, perlahan tapi pasti, realisasi investasi mulai menanjak meski belum pada tahap memuaskan. Terhadap semua ini tentu kita harus memberi apresiasi kepada Pemerintahan Aceh sebelumnya yang telah berkolaborasi bersama DPRA untuk membangun Aceh. Semoga, mulai titik ini kita bisa bekerja lebih baik lagi,” ujar Wagub

Dalam kesempatan tersebut, Nova juga berpesan agar berbagai pencapaian ini tidak membuat masyarakat Aceh berpuas diri, karena tantangan untuk merawat, melestarikan dan mengisi perdamaian masih cukup berat.

“Masih banyak ‘pekerjaan rumah’ yang harus kita tuntaskan, di antaranya soal kemiskinan. Tingkat kemiskinan di Aceh masih relatif tinggi, mencapai 16,8 persen  dan tingkat pengangguran mencapai 7,39 persen, angka ini masih di atas rata-rata nasional. Belum lagi kualitas kesehatan dan pendidikan yang belum memuaskan. Semua itu merupakan tantangan yang harus kita hadapi bersama,” imbuh Wagub.

Meski cukup berat, Nova meyakini dengan kekompakan dan persatuan, Aceh akan mampu mengatasi semua masalah tersebut. “Kami sangat mengapresiasi unsur Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat Aceh yang telah berkerja bersama dan bahu membahu membangun Aceh.”

Wagub menambahkan, Pemerintah Aceh dengan visi ‘Terwujudnya Aceh yang Damai dan Sejahtera melalui Pemerintahan yang bersih, adil dan Melayani,‘ telah menyiapkan serangkaian program unggulan guna mendorong hadirnya berbagai perubahan di Bumi Serambi Mekah ini.

“Beberapa program tersebut diantaranya penguatan sektor ekonomi, investasi, peningkatan mutu pendidikan, kesehatan, Penguatan Syariat Islam, pembenahan birokrasi dan beberapa program lainnya. Namun semua itu hanya dapat berjalan manakala kita terus melestarikan perdamaian ini,” pesan Wagub.

Wagub menambahkan, peringatan hari Damai Aceh ke-12 ini sengaja mengangkat topik ‘Merawat Damai menuju Aceh Hebat‘ yang bermakna mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat Aceh dengan visi jauh ke depan.

Oleh karena itu, Nova mengajak seluruh rakyat untuk berpartisipasi demi kelangsungan pembangunan di Aceh.

“Jangan lagi ada yang berdiam diri, singsingkan lengan baju tingkatkan etos kerja. Insya Allah kita akan bangkit bersama-sama. Saatnya kita bekerja… bekerja… dan bekerja..! Pengalaman masa lalu kita jadikan sebagai pembelajaran untuk melihat hari esok yang lebih gemilang,” ajak Wagub.

“Aktiflah mengembangkan potensi diri dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Perkuat semangat persatuan dan kekompakan sebagai sesama masyarakat Aceh, sehingga kita siap menyongsong Aceh yang lebih damai, adil dan sejahtera, Aceh yang hebat. Selamat Hari Damai Aceh yang ke-12,” pungkas Wagub.

Acara juga diisi dengan pemberian satunan kepada 1.277 anak yatim oleh Wagub dan Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia (PYM) Malik Mahmud Al-Haytar. Acara turut dihadiri oleh Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kajati Aceh serta sejumlah tokoh Aceh lainnya.

The post Wagub: Pasca Damai Indeks Demokrasi Aceh Tertinggi di Indonesia appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Komisi X DPR RI Bantu Upaya Penegerian UGP

Selasa, 15 Agustus 2017

Humas Aceh | 15 Agt 2017

Takengon- Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya dan Anggota Komisi X DPR RI asal Aceh Muslim berupaya untuk membantu proses penegerian Universitas Gajah Putih (UGP) ke Kemenristek dan Dikti.

Hal tersebut dikatakan oleh Teuku Riefky dalam pertemuan dengan Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin ketika hendak berangkat menuju Medan melalui Bandara Rembele, Senin 14 Agustus 2017.

“Usulan penegerian UGP akan kita teruskan kembali ke Kemenristek dan Dikti, semoga apa yang menjadi harapan masyarakat Aceh di wilayah tengah ini dapat tercapai,” katanya

Sebelumnya, Bupati Nasaruddin menyebutkan UGP telah berdiri lebih dari 30 tahun dan pada tahun 2013 lalu sudah diajukan permohonan untuk Penegerian ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, namun upaya tersebut belum terwujud karena adanya kebijakan moratorium terkait alih status PTS menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Kita harapkan dengan adanya dorongan dari pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI yang langsung membidangi Perguruan Tinggi proses penegerian UGP dapat terwujud,” ungkapnya.

Pertimbangan kekhususan Aceh dan kondisi wilayah di bagian tengah Aceh yang sangat membutuhkan adanya PTN yang berkualitas serta setara dengan PTN yang sudah maju menurut Nasaruddin menjadi urgensi penegerian UGP

“Terlebih lagi dengan keberadaan UGP yang sudah eksis lebih dari 30 tahun, hendaknya ini menjadi pertimbangan,” imbuhnya.

Menurut Nasaruddin hadirnya pendidikan tinggi Negeri akan sangat berdampak bagi peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan kemajuan ekonomi masyarakat khususnya di wilayah tengah Aceh.

 

The post Komisi X DPR RI Bantu Upaya Penegerian UGP appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Masyarakat Gayo Se-Jabodetabek Gelar Didong Jalu Semalam Suntuk

Selasa, 15 Agustus 2017

Humas Aceh | 14 agt 2017

JAKARTA – Paguyuban masyarakat Gayo di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar seni tradisional didong jalu  “Semalam Suntuk” di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu 12 Agustus 2017.
Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Nova Irianysah dan Bupati Aceh Tengah Nasaruddin turut hadir dalam kegiatan yang digelar sejak pukul 21.00 WIB.

Terlihat sebelum masuk ke panggung utama, Wagub Nova dan Bupati Nasaruddin disambut dengan prosesi adat Gayo tepung tawar dan penyematan upuh ulen-ulen tanda perekat silaturrahmi kedua pejabat di Aceh itu dengan masyarakat Gayo yang ada di Jakarta.

Bupati Nasaruddin menyebutkan kegiatan didong selain untuk melestarikan kesenian dan budaya Gayo juga perekat silaturrahmi dan solidaritas antar sesama orang Gayo perantauan yang berada di se-Jabodetabek, baik yang berasal dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues bahkan Aceh Tenggara.

“Hidup di kota besar semisal di Jakarta kadang kala kita disibukan dengan aktivitas rutin masing-masing, baik dikantor maupun kegiatan lain, tapi alhamdulillah dengan adanya acara seperti ini antara kita dapat saling kenal dan bertukar informasi,” ucap Nasaruddin yang akrab disapa Pak Nas.

Harap Pak Nas kedepan kegiatan tersebut dapat berlanjut dan dikembangkan, sehingga orang Gayo terutama generasi muda yang berada di perantauan tidak lupa dengan budayanya sendiri bahkan tidak bisa berbahasa Gayo.

Sementara Wagub Nova Iriansyah mengapresiasi digelarnya didong jalu  di Jakarta, menurutnya kegiatan itu wahana untuk mempererat persaudaraan orang Gayo yang sebagian besar telah lama berada di perantauan dengan berbagai profesi bahkan telah banyak yang sukses.

“Kite turah bangga mujadi urang Gayo, enti sampe mosop budayante, aku asli urang Gayo hanya saja lahir i Banda Aceh (Kita harus bangga jadi orang Gayo, budaya kita jangan sampai punah, saya asli orang Gayo hanya saja lahir di Banda Aceh_red),” ujar Nova yang terdengar fasih berbahasa Gayo.

Didong jalu mempertemukan club didong  Dewantara Kebayakan vs Permata dari Kecamatan Celala dan turut diselingi dengan lagu-lagu Gayo yang dilantunkan sejumlah seniman Gayo, diiantaranya Zuhra, Kumara dan Abadi Ayus. (Mika)

The post Masyarakat Gayo Se-Jabodetabek Gelar Didong Jalu Semalam Suntuk appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Kembangkan UMKM, Wali Kota Banda Aceh Harapkan Dukungan Kemenkeu

Selasa, 15 Agustus 2017

Humas Aceh | 15 Agt 2017

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengharapkan dukungan dari Kementerian Keuangan RI terkait pembentukan lembaga keuangan syariah Baitul Qiradh untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banda Aceh.

Harapan itu disampaikan langsung oleh Aminullah saat melakukan teleconference video dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Senin (14/8/2017) dari Gampong Lhoong Raya. Sri Mulyani sendiri tengah berada di Bogor untuk meluncurkan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi).

Kepada Menkeu ia menjelaskan selama ini Pemko Banda Aceh telah bekerjasama dengan Koperasi Mitra Duafa (Komida) yang melayani tiga ribu lebih nasabah khususnya kaum perempuan dengan pendapatan rendah. “Total pembiayaan yang telah disalurkan Komida mencapai Rp 3,8 miliar,” katanya.
Menurut mantan Dirut Bank Aceh ini, pihaknya saat ini kami tengah membentuk lembaga keuangan syariah yang dananya bersumber dari APBD. “Nama lembaganya Baitul Qiradh Mahira. Selain pembiayaan modal dengan sistem bagi hasil, lembaga ini juga akan melakukan pendampingan bagi para pelaku usaha.”

Pembentukan lembaga keuangan syariah ini juga menjadi komitmennya untuk mengembangkan ekonomi syariah di Banda Aceh. “Baitul Qiradh ini kami targetkan dapat melayani lima ribu pengusaha UMKM dengan total pembiayaan sebesar Rp 50 miliar,” katanya.

“Untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan Bu Menteri atas pembentukan Baitul Qiradh Mahira ini, baik berupa kesempatan kerja sama, bantuan dana, maupun fasilitas pendukung yang kami perlukan nantinya dari Kementerian Keuangan.” Ia juga mengharapkan dengan adanya lembaga ini dapat mematikan praktik rentenir yang menyulitkan pengusaha.
Tak ketinggalan, Aminullah juga meminta dukungan Menkeu terkait recovery kawasan usaha tambak rakyat di sepanjang pesisir Banda Aceh yang kini telantar. “Lebih kurang ada 200 hektar luas tambak masyarakat yang tak terurus pasca konflik dan tsunami,” katanya.

“Mohon dukungannya Bu Menteri mengingat ada sekitar 2.500 warga kami yang berprofesi sebagai nelayan atau petani tambak,” pungkasnya seraya menyebutkan hal ini juga sudah disampaikannya kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang ikut memantau teleconference video ini dari Cilacap.

Menanggapi Aminullah, Menkeu Sri Mulyani menyatakan pihaknya menyambut baik pembentukan lembaga keuangan syariah oleh Pemko Banda Aceh tersebut. “Soal dukungan yang dapat kami berikan untuk lembaga ini nantinya akan kami kaji dulu dari sisi kebijakannya,” kata Sri Mulyani yang pada kesempatan itu turut melakukan tanya-jawab dengan salah satu anggota Komida Banda Aceh.

Selain dengan Wali Kota Banda Aceh, Sri Mulyani juga melakukan teleconference secara serentak dengan sejumlah kepala daerah lainnya di antaranya Bupati Cilacap, Bojonegoro, Pinrang, Timor Tengah, dan Wali Kota Tangerang.

Kegiatan ini digelar dalam rangka implementasi sinergi kementerian (Kemenkeu, Kemensos, Kemen KP, Kemenkop UKM, dan Kemenkominfo) dalam mengangkat ekonomi rakyat melalui inklusi keuangan.

Pada kesempatan teleconference tadi, Aminullah turut didampingi oleh Kepala Kanwil DJPBN Aceh Zaid Burhan Ibrahim, para Kepala SKPK di lingkungan Pemko Banda Aceh, jajaran pimpinan Komida Aceh serta ratusan warga Banda Aceh yang menjadi anggota/penerima pembiayaan modal dari Komida.

The post Kembangkan UMKM, Wali Kota Banda Aceh Harapkan Dukungan Kemenkeu appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Rocky Sidak Puskesmas Julok

Selasa, 15 Agustus 2017

Humas Aceh | 15 Agt 2017

JULOK – Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM. Thaib atau akrap disapa Rocky melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Julok, Senin (14/8/2017).

Dalam kesempatan itu, Bupati Rocky ikut didampingi Kepala Bappeda Aceh Timur, Dr. Maimun, SE.Ak, M.Si, Kepala Inspektorat Muhammad, SH, MH, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Aceh Timur, Elfiandi, Ketua MAA Aceh Timur, Tgk. M. Yunus dan Camat Julok, Zainuddin SE.

Bukan hanya bagian luar, namun Bupati Rocky juga melihat sejumlah ruangan, termasuk kamar mandi yang dinilai kurang terurus. Bahkan tempat air yang tersedia di Ruang IGD juga dinilai kurang diperhatikan kebersihan, sehingga terlihat berkarat. “Kita harap Kepala Puskesmas Julok, lebih peka terhadap kebersihan Puskesmas,  karena pasien butuh kenyamanan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Rocky.

Kadis Kesehatan Aceh Timur, diminta segera turun keseluruh Puskesmas di Aceh Timur, termasuk Puskesmas Julok, guna melihat kelayakan peralatan dan membenahi sejumlah ruang pelayanan agar kedepan benar-benar layak dimanfaatkan untuk kepentingan kesehatan. “Bukan hanya Julok, tapi seluruh Puskesmas di Aceh Timur perlu menjaga kebersihan, sehingga pelayanan kesehatan benar-benar berkualitas,” kata Rocky.

Sebagai langkah yang sederhana, Rocky meminta setiap Puskesmas menghidupkan kembali budaya gotong royong setiap hari jumat. “Jika ada Pukskesmas yang memiliki jaringan air bersih seperti Puskesmas Julok, segera pasang jaringan instalasi air bersih, karena air sumber kehidupan yang dibutuhkan setiap saat,” tutup Bupati Rocky.

The post Rocky Sidak Puskesmas Julok appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Hari Damai Aceh ke 12 Tahun Diperingati dengan Zikir

Senin, 14 Agustus 2017
Humas Aceh | 14 Agt 2017

Banda Aceh – Sekretaris Daerah Aceh, Dermawan menghadiri zikir perdamaian Aceh dalam rangka peringatan hari damai Aceh Ke-12 tahun di Masjid Raya Baiturahman, Banda Aceh, Minggu 13 Agustus 2017 malam.

Zikir akbar ini diikuti unsur Foropimda Aceh dan ratusan masyarakat dari Majelis Zikrullah Aceh, Majelis Zawiyah Nurun Nabi, dan Majelis Dzikir Mujiburrahman.
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Dermawan menyebutkan, sepanjang usia perdamaian Aceh, telah banyak capaian positif yang berhasil diwujudkan pemerintah.
Namun seiring itu, kata Dermawan, banyak juga persoalan baru yang muncul di tengah masyarakat. Seperti maraknya aliran sesat, penggunaan narkoba dan pengaruh budaya asing yang mempengaruhi gaya hidup masyarakat.
“Selain itu kita juga dihadapkan pada banyak bencana alam, seperti banjir, longsor, kemarau, dan sebagainya,” ujar Sekda.
Untuk itu, lanjut Sekda, peringatan12 tahun usia perdamaian Aceh hendaknya dijadikan momentum mendekatkan diri kepada Allah dan mempererat ukhuwah islamiyah di antara sesama.
“Mari mengisi perdamaian ini dengan saling membangun Aceh,” ujarnya.

The post Hari Damai Aceh ke 12 Tahun Diperingati dengan Zikir appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Lantik Bupati Akmal, Irwandi Bagai Bernostalgia ke Masa Lalu

Senin, 14 Agustus 2017

Humas Aceh | 14 Agt 2017

Blangpidie — Gubernur Aceh, Drh. H. Irwandi Yusuf, melantik Akmal Ibrahim dan Muslizar sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya periode 2017-2022, di Aula DPRK Abdya, Senin 14 Agustus 2017. Pelantikan tersebut menjadi ajang nostalgia bagi dua pimpinan ini.

Akmal yang bekas wartawan itu, pernah menjabat sebagai Bupati Abdya pada tahun 2007 lalu. Ia mencalonkan diri kembali di tahun 2012, namun kalah. Nasib yang sama dialami Irwandi. Gubernur yang menggagas program JKA ini juga bernasib sial: kalah pada pertarungan Pilkada 2012.

Di pilkada 2017, keduanya kembali mencalonkan diri. Kali ini, keduanya berhasil meraih kepercayaan masyarakat dan dipercaya sebagai Gubernur Aceh serta Bupati Aceh Barat Daya. Mereka akan melanjutkan pembangunan yang tertunda.

Ada satu hal yang menarik. Di tahun 2007 Akmal dilantik Irwandi. Sepuluh tahun berselang, sang kapten kembali melantik Akmal.

“Perjalanan hidup kami hampir sama. Saya pernah memimpin Aceh di tahun 2007 dan kalah di tahun 2012. Akmal juga demikian,” kata Irwandi.

Bukan hanya itu, kekalahan pada periode 2007 lalu itu membawa duka. Irwandi dilecehkan dengan berbagai fitnah. Ia juga dipukul seusai serahterima jabatan di gedung DPR Aceh. Sementara nasib Akmal tak jauh beda. Fitnah bukan hanya membuat nama baik Akmal jelek, tapi membuat ia harus meringkuk di balik penjara. Berbagai upaya hukum ditempuh hingga kemudian Mahkamah Agung memutuskan ia tidak bersalah.

“Kekuasaan itu enak. Enak bagi yang menikmati. Tapi berat bagi yang memikul. Saya mensyukuri kekalahan 2012 lalu. Saya instrospeksi diri,” kata Irwandi Yusuf.

Irwandi menyebutkan, kekalahan saat itu menjadi pengalaman, baik bagi dirinya mau pun bagi masyarakat. “Sekarang saudara Akmal dan saya terpilih lagi untuk menyelesaikan program dulu yang belum selesai,” ujar Irwandi.

Jeda kepemimpinan selama lima tahun, baik bagi Gubernur Irwandi mau pun Bupati Akmal telah ditutup oleh pemerintahan terdahulu. Hal itu diakui sebagai sebuah bantuan yang amat baik. Di mana, keduanya akan melanjutkan pembangunan dengan modal yang telah dipancangkan oleh pimpinan terdahulu.

“Untuk Akmal, modal selain sudah dibangun bupati Jufri juga akan saya perkuat nantinya,” kata Irwandi.

Irwandi masih ingat, bantuan yang ia berikan pada periode lalu, yaitu pembangunan pabrik kelapa sawit telah mengantarkan Akmal ke penjara. Namun demikian, pada akhirnya kesalahan Akmal tidak dapat dibuktikan dan ia keluar penjara serta kemudian menjadi bupati.

Akmal Ibrahim, seusai dilantik meminta beberapa hal kepada Irwandi Yusuf. Di antaranya adalah pembangunan Pelabuhan Surin dan pembangunan pabrik kelapa sawit. Permintaan tersebut diutarakan Akmal untuk mewujudkan Abdya sebagai bagian dari keinginan Irwandi, yaitu Aceh Hebat.

Pembangunan Pelabuhan Surin sebagai lokasi lalulintas barang dan jasa sebenarnya sudah digulirkan oleh Akmal saat ia menjadi bupati daerah ini pada 2007 lalu. Akmal bahkan sudah membangun infrastruktur pendukung, pada saat itu.

Dengan pembangunan Pelabuhan Surin, lalulintas barang akan semakin mudah dan efisien. Di mana seperti diketahui ada sekitar 40 pabrik kelapa sawit di daerah ini. Puluhan pabrik itu menghasilkan sekitar 3000 ton Clude Palm Oil (CPO) per harinya.

“Bayangkan jika setiap harinya 3000 ton CPO sawit diangkut lewat darat. Selain merusak badan jalan dan juga cost ekonomi tinggi,” kata Akmal. “Karena itu kami tawarkan Surin sebagai gerbang regional dan gerbang internasionalnya Aceh.”

Surin merupakan sebuah danau kecil di pinggiran laut Babahrot Aceh Barat Daya. Meski lautan Abdya berada di kawasan lautan Hindia yang terkenal dengan ombak besar, namun Akmal memastikan teluk Surin tetap bisa dimasuki oleh berbagai kapal dengan ragam ukuran. “Surin itu berada di darat. Kita hanya membuka mulut ke laut dan tentu tidak pengaruh dengan cuaca di laut,” kata Akmal.

Selama ini, hasil alam Abdya dan sekitarnya seperti CPO sawit serta pinang dibawa ke Belawan Medan untuk kemudian diangkut ke berbagai negara khususnya India Pakistan dan Banglades. Pelintasan ke negara itu, juga dilalui melalui laut Aceh. “Kenapa tidak kita langsung buat pelabuhan sendiri.”

Jika pelabuhan Surin selesai, Akmal yakin Aceh akan kembali menjadi daerah yang masuk dalam tatanan ekonomi dan pergaulan dunia. “Abdya siap menjadi operator Aceh hebat.”

Selain itu Akmal meminta agar Irwandi melanjutkan pabrik kelapa sawit. Akmal juga meminta agar Pemerintah Provinsi mengintervensi harga beli sawit pabrik petani. Karena, meski negara telah mengintervensi harga beli sawit, yaitu paling rendah 20 persen dari harga CPO, hal itu belum lagi diterapkan di Abdya.

“Saya berharap, ke depan penentuan harga sawit diintervensi oleh pemerintah sesuai dengan instruksi menteri pertanian,” kata Akmal. Berkaca dengan apa yang telah diterapkan di Riau, yaitu pencabutan izin bagi pabrik yang tidak membeli sawit seharga yang telah ditetapkan, hal itu juga akan diterapkan di Abdya. “Kita juga akan cabut kalau ada instruksi gubernur.”

Permintaan Akmal langsung disahuti oleh Irwandi. Gubernur bahkan akan mencarikan investor untuk segera merealisasikan hal tersebut. “Pabrik kelapa sawit akan kita lanjutkan,” kata Irwandi. “Tidak lagi bicara pabrik CPO, langsung pabrik  refinery (pengolahan minyak sawit) yang akan kita bangun.” Irwandi meminta Akmal untuk segera mempersiapkan lahan untuk pembangunan tersebut.

“Mudah-mudahan dapat terjadi tahun 2018. Ekspor hasil refinery InsyaAllah akan terjadi di tahun 2021,” kata Irwandi.

Terkait Surin, Irwandi menyebutkan pelabuhan tersebut bisa menjadi pelabuhan penghubung. “Saya akan minta Menteri Susi agar pelabuhan ekspor tidak hanya di Belawan Medan tapi juga ada di Aceh. Saya akan adu argumen dengan Ibu Susi.”

Dengan pertimbangan pembangunan Pelabuhan surin, Irwandi meyakini bahwa pembangunan pabrik refinery di Abdya  akan lebih besar.

Kepada Akmal, Irwandi berpesan agar pembangunan daerah yang berbatasan dengan Nagan Raya dan Aceh Selatan itu, tidak hanya berpangku pada hasil sawit namun juga pada potensi lain seperti perikanan dan pariwisata.

“Potensi perikanan dan pariwisata di sini sangat tinggi. Tinggal macam mana menangkap dan menjaga kelestariannya,” kata Irwandi.

Selain itu, Irwandi berpesan agar Akmal menjaga hutan Leuser. Barang tambang yang ada di Lauser diminta untuk tidak diotak-atik. “Jangan hanya karena ada barang tambang di bawahnya kita sikat hutannya.” Barang tambang di perut bumi Aceh, lanjut Irwandi, merupakan warisan anak cucu sehingga harus senantiasa dilindungi.

Apalagi, banyak pengusaha tambang yang meminta Irwandi memberikan izin eksplorasi dengan menjual kabar deposit emas Aceh yang melebihi Irian. “Saya jawab untuk 4,7 juta rakyat aceh saya tidak perlu mengeruk perut bumi. Biar itu untuk anak cucu kami,” kata Irwandi.

Irwandi mengimbau kepada Akmal dan seluruh masyarakat Abdya untuk menjaga alam dan tidak mengambil dari alam melebihi dari kebutuhan.

“Jaga hutan dan lingkungan agar lestari aneka ragam hayati di hutan kita,” kata Irwandi.

Sementara itu, Zaman Akli, Ketua DPR Kabupaten Aceh Barat Daya, menyebutkan pasangan Akmal Ibrahim – Muslizar merupakan pilihan rakyat lewat Pilkada yang demokratis. Mereka berdua, kata Zaman merupakan sosok yang tidak asing dalam pemerintah Abdya.

Akmal diketahui pernah memimpin Abdya pada 2007 hingga 2012 lalu. Sementara Muslizar merupakan pimpinan DPRK dua periode berturut-turut. Pengalaman tersebut, ujar Zaman Akli bisa menjadi sebuah awal yang baik untuk menjadikan daerah penghasil pala ini menuju daerah yang mandiri dan pembangunan yang merata menuju Abdya yang sejahtera.

“Kami akan mengawal kebijakan bupati dan wakil bupati sebagaimana visi-misi mereka dulu,” kata Zaman Akli.

Kepada seluruh masyarakat Abdya, Zaman meminta agar diberi dukungan “upakan perbedaan dalam pilkada. Tidak ada lagi bupati dari kelompok tertentu.”

Dalam pilkada 15 Maret lalu, semua kandidat merupakan putra terbaik Aceh Barat Daya. Karena itu, Zaman Akli meminta agar pasangan lain mendukung pemerintahan Akmal dan memberikan sumbangan pikiran untuk kemajuan Abdya.  (Humas – Aceh)

 

The post Lantik Bupati Akmal, Irwandi Bagai Bernostalgia ke Masa Lalu appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Kalender Agenda

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32