Indeks Berita

Pergub Hukum Acara Jinayah, Abu Tumin: Mari Kita Menjaga Kesejukan

Jumat, 20 April 2018

Humas Aceh | 20 April 2018

Ulama Kharismatik Aceh, Tgk H Muhammad Amin yang akrab disapa Abu Tumin Blang Blahdeh, meminta Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota untuk memaksimalkan setiap qanun yang sudah dibuat. Ini termasuk Qanun Hukum Acara Jinayat yang sudah dikeluarkan peraturan gubernur (Pergub).

Abu Tumin menilai aturan atau Qanun Acara Jinayah yang diberlakukan selama ini belum berjalan maksimal. Apalagi penerapan uqubat cambuk kerap tak bisa dilaksanakan hanya karena pemerintah tidak menganggarkan dana.

“Setiap peraturan yang dibuat, apakah qanun, pergub, dan lainnya harus benar-benar dijalankan dengan baik dan maksimal, karena sebelumnya qanun yang sudah dibuat bertahun-tahun belum berjalan dengan baik di seluruh kabupaten/kota di Aceh,” kata Abu Tumin.

Abu Tumin juga meminta para pihak yang berbeda pendapat atau pro-kontra tetap mengedepankan dialog yang sejuk untuk merealisasikan sebuah aturan. Dirinya juga meminta warga untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi-aksi emosional yang bisa merusak kedamaian Aceh.

“Mari kita meredam suasana dan menjaga kesejukan, karena tidak pernah tuntas masalah dengan aksi-aksi yang emosional,” tegas Abu Tumin.

Abu Tumin mengaku belum mengikuti dengan seksama proses pembentukan produk hukum Pergub Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Hukum Acara Jinayat tersebut. Namun, kata Abu Tumin, apa pun regulasi yang dibuat harus sesuai dengan syariat demi kemaslahatan umat

The post Pergub Hukum Acara Jinayah, Abu Tumin: Mari Kita Menjaga Kesejukan appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Ini Tanggapan Ketua KNPI Aceh Terkait Pergub Cambuk

Jumat, 20 April 2018
Humas Aceh | 20 April 2018
Banda Aceh – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh, Wahyu Saputra, mendorong Pemerintah Aceh untuk memiliki political will dalam pelaksanaan syariat Islam. Menurut Wahyu, undang-undang atau peraturan yang berkaitan dengan pelaksanaan Syariat Islam harus dijalankan secara maksimal oleh pemerintah Aceh, seperti uqubat cambuk.

Uqubat cambuk adalah salah satu bagian dari implementasi Syariat Islam yang telah diatur dalam qanun. Namun, dalam kenyataannya isi qanun ini belum dijalankan secara maksimal,” kata Wahyu, menanggapi polemik Pergub Nomor 5 Tahun 2018 tentang pelaksanaan Hukum Acara Jinayah, Jumat, 20 April 2018.
Menurutnya, kebijakan Pergub Nomor 5/2018 menjadi salah satu wujud komitmen pemerintah Aceh untuk menjalankan hukum acara jinayat secara maksimal. Lagipula, uqubat cambuk yang dilaksanakan tidak tertutup untuk umum seperti yang dikembangkan sebagian pihak saat ini.
“Subtansi di tempat terbuka tetap ada dalam Pergub,” kata Wahyu lagi.
Dia mendukung kebijakan Pergub No 5/2018 yang dalam prosesnya turut melibatkan ulama, Forkopimda, Akademisi dan stakeholder lainnya.
“Kita mendukung setiap langkah dan upaya pemerintah Aceh untuk mengimplementasikan syariat Islam, khususnya hukum acara jinayat,” ujar Wahyu.
Meskipun demikian, Wahyu meminta Pemerintah Aceh untuk menyosialisasikan Pergub No 5 Tahun 2018 ini secara massif. Hal ini, kata dia, agar masyarakat Aceh memahami dengan baik isi dan tujuan Pergub tentang pelaksanaan Hukum Acara Jinayah tersebut. Dia juga meminta semua pihak untuk tetap bijak dalam menyikapi setiap persoalan. “Mari kita ciptakan kesejukan untuk mewujudkan Aceh Hebat,” tandas Wahyu

 

The post Ini Tanggapan Ketua KNPI Aceh Terkait Pergub Cambuk appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Cek Zainal Lantik 73 Pejabat Baru  

Jumat, 20 April 2018

Humas Aceh | 20 April 2018

Banda Aceh – Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin melantik 73 pejabat baru di lingkungan Pemko Banda Aceh. Ke-73 pejabat tersebut terdiri dari satu Pejabat Eselon II, 15 Pejabat Eselon III, dan 57 Pejabat Eselon IV.

Mereka dilantik berdasarkan SK Wali Kota Banda Aceh Nomor 311 Tahun 2018 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pejabat Struktural. Prosesi pelantikan dan pengangkatan sumpah jabatan digelar di aula balai kota, Jumat (20/4/2018), dan turut dihadiri oleh Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah.

Adapun Pejabat Eselon II yang dilantik yakni dr Fuziati SpRad sebagai Direktur RSUD Meuraxa. Sementara Pejabat Eselon III baru di antaranya drh Mawardi Silvakarta sebagai Sekretaris DPPKP dan Jurianto SE Sekretaris Dinas Pariwisata Banda Aceh.

Sementara dua nama dari 57 Pejabat Eselon IV yang dilantik adalah Firman sebagai Kasubbag Pemberitaan pada Bagian Humas Setdako Banda Aceh menggantikan Mahdi SPd MM yang menempati jabatan baru Kasi Penguatan Sumber Daya Komunikasi dan Ekosistem Smart City Diskominfotik Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Cek Zainal -panggilan akrab wakil wali kota, mengatakan penunjukan seseorang pegawai untuk menduduki suatu jabatan pada hakikatnya mengandung makna sebagai pemberian kepercayaan dan amanah serta penghargaan dari pemerintah.

“Oleh karena itu jabatan harus ditempatkan sebagai suatu amanah yang dapat dan harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, negara, organisasi dan masyarakat,” pesannya.

Ia juga mengharapkan pejabat baru senantiasa berpedoman kepada prosedur, standar, dan peraturan yang berlaku, serta senantiasa berupaya meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, dan juga bersedia menerima kritik yang membangun.

“Khusus kepada pejabat yang dilantik pada instansi kesehatan, kami berharap penanganan dan pelayanan di bidang kesehatan semakin meningkat, apalagi masyarakat juga semakin kritis, dimana kesalahan sedikit oleh aparatur negara akan cepat viral di media sosial.”

“Pelayanan yang ramah, kenyamanan, tepat guna, perlindungan terhadap pasien, ketersediaan obat dan alat kesehatan serta adanyaSOP akan berimbas pada kenaikan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh Pemko Banda Aceh,”sambungnya.

Menutup sambutannya, Cek Zainal mengajak seluruh aparatur di lingkungan Pemko Banda Ace untuk bersama-sama bergerak cepat mewujudkan berbagai program pembangunan di berbagai sektor. “Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat akan meningkat dan kita semua akan semakin dekat dengan cita-cita ‘Mewujudkan Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah’,” katanya.

The post Cek Zainal Lantik 73 Pejabat Baru   appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Tutup Festival Budaya, Cek Zainal: Para Juara akan Kita Tampilkan Pada Acara Resmi Pemko Banda Aceh

Jumat, 20 April 2018

Humas Aceh | 20 April 2018

Banda Aceh – Festival Budaya Daerah berupa Lomba Tari Tradisional Aceh dalam rangka menyambut HUT Kota Banda Aceh ke-83, resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin, Kamis (19/4/2018).

Dalam sambutannya, Zainal Arifin mengatakan sebagai bentuk apresiasi dari Pemko Banda Aceh, para pemenang dalam festival ini akan diundang untuk tampil pada acara penyambutan tamu dan acara resmi pemerintah lainnya.

“Nanti para juara akan kita undang secara bergilir untuk tampil pada acara resmi Pemko Banda Aceh. Ini bentuk apreasiasi Pemko Banda Aceh terhadap anak-anak kita yang telah berperan dalam pelestarian tarian tradisional Aceh,” kata pria yang akrab disapa Cek Zainal ini.

Ia lalu mengingatkan, rongrongan budaya asing saat ini yang masuk bak jarum halus lewat berbagai media, menguji identitas, makna dankekuatan budaya dan adat istiadat kita.

“Jika kita ingin mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal ini dan mewariskannya kepada generasi penerus, kita harus benar-benar memperkenalkannya dan menanamkan nilai-nilainya kepada generasi muda dan masyarakat yang datang ke daerah ini.”

Ia juga berharap, dengan pelaksanaan festival ini dapat membangkitkan semangat dan kepedulian masyarakat khususnya generasi muda untuk terus berkreasi dan menguatkan semangat menjaga, mencintai, dan melestarikan nilai-nilai budaya Aceh yang Islami.

Kadisdik Banda Aceh Syaridin selaku ketua panitia mengatakan ajang yang berlangsung sejak Selasa (17/4) lalu ini diikuti oleh 49 grup tari tingkat SD, 11 grup dari tingkat SMP, dan 9 grup tingkat SMA se-Banda Aceh.

“Festival ini akan menjadi agenda tahunan Dinas Pendidikan Banda Aceh mulai tahun ini. Semoga ke depan bisa kita gelar dengan skala yang lebih besar dan meriah lagi sebagai upaya pelestarian budaya Aceh khusunya seni tari,” katanya.

Kepada para juara, sambungnya, akan diberikan hadiah berupa dana pembinaan, piagam, dan trofi. “Selain juara 1,2, dan 3, kami juga memilih juaara harapan 1,2, dan 3 serta juara favorit dari setiap jenjang sekolah,” katanya.

Berdasarkan penilaian dewan juri atas aspek wiraga, wirama, dan wirasa serta artistik secara keseluruhan, grup tari SDN 30 Banda Aceh ditetapkan sebagai penyaji terbaik 1. Sementara juara 2 dan 3 masing-masing diraih oleh SDN 37 dan SDN 17 Banda Aceh.

Untuk tingkat SMP, penyaji terbaik diraih oleh SMPN 1, juara 2 SMPN 10, dan juara 3 SMPN 17 Banda Aceh. Sedangkan pada tingkat SMA, grup tari SMAN 4 Banda Aceh berhasil menjadi yang terbaik, mengungguli

SMAN 10 Fajar Harapan dan SMAN 2 Banda Aceh.

Sementara itu, predikat juara favorit untuk masing-masing tingkatan ditabalkan bagi grup tari SDN 29, SMPN 6, dan SMAN 15 Banda Aceh.

The post Tutup Festival Budaya, Cek Zainal: Para Juara akan Kita Tampilkan Pada Acara Resmi Pemko Banda Aceh appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Aminullah Jadi Pemateri Diklat PIM IV di LAN

Jumat, 20 April 2018

Humas Aceh | 20 April 2018

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM menjadi pemateri pada Diklat Kepemimpinan Tingkat IV (PIM) Angkatan I Tahun 2018 yang digelar di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Aceh, Kamis (19/4/2018).

Pada Diklat PIM yang diikuti 30 pejabat Eselon IV jajaran Pemko Banda Aceh ini, Aminullah menyampaikan beberapa strategi pemecahan isu yang dihadapi Pemko Banda Aceh dan penanganannya, mulai dari isu kebersihan dan penanganan sampah hingga isu penegakan syariat Islam.

“Ketika ada persoalan, pemimpin jangan gegabah dalam mengambil keputusan. Pelajari dulu secara detail baru kemudian ambil kebijakan yang tepat,” kata Aminullah.

Katanya, setiap pemimpin harus bijaksana dalam menyikapi sejumlah persoalan, sehingga kebijakan yang diambil dapat diterima dan tidak bermasalah dikemudian hari.

Katanya, peserta Diklat PIM IV merupakan calon-calon pemimpin masa depan. Dan Aminullah sangat yakin Banda Aceh akan selalu menjadi pioneer bagi daerah lain karena memiliki SDM yang berkualitas.

Dalam kesempatan ini, Aminullah meminta peserta Diklat PIM ini dapat menjadi pelopor perubahan yang akan menemukan inovasi-inovasi dalam pembangunan kota Banda Aceh.

“Pemimpin itu harus punya inovasi sehingga melahirkan ide-ide baru yang lebih efisien,” ujar sosok yang pernah memimpin Bank Aceh ini.

Saat memberikan materi, Aminullah memberi kesempatan kepada peserta Diklat menyampaikan pertanyaan, saran dan masukan terhadap berbagai kebijakan pembangunan kota.

“Saran dan masukan sangat penting, Saya sangat senang karena lewat masukan Saya lebih tahu kondisi ril dilapangan. Dan kita lebih mudah merumuskan solusi pemecahannya,” kata Wali Kota yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh ini.

Salah-satu peserta Diklat PIM IV, Aulia Rachmana Putra SSTP mengaku bersyukur memiliki kesempatan mendapatkan materi langsung dari Wali Kota. Katanya, ini merupakan suatu pelajaran yang mengesankan bagi dirinya dan peserta lain.

“Ini sangat mengesankan, kami bisa mendapatkan langsung bagaimana pengalaman Pak Wali dalam hal kepemimpinan,” ujar Aulia.

Katanya juga, materi yang disampaikan Wali Kota menambah wawasan dirinya terkait strategi pembangunan kota, isu dan kendala yang dihadapi serta strategi pemecahan masalahnya.

The post Aminullah Jadi Pemateri Diklat PIM IV di LAN appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Satpol PP Tertibkan Bangunan Tidak Berizin di Jalan Ali Hasyimi

Jumat, 20 April 2018

Humas Aceh | 20 April 2018

Banda Aceh – Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh kembali melakukan penertiban terhadap bangunan yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Kamis (19/4/2018), bangunan ilegal yang terletak di Jalan Prof Ali Hasyimi, Gampong Lamteh, Ulee Kareng yang disasar petugas.

Pantauan di lokasi, sejumlah bangunan berkonstruksi papan yang berdiri di atas tanah milik negara tersebut sudah dipasangi garis pembatas dan pamphlet bertuliskan “Bangunan Ini belum Memiliki IMB, Dilarang Melanjutkan Pembangunan”.

Kasatpol PP dan WH Banda Aceh Yusnardi melalui Kabid Penegakan Perundang-undangan Nurbaiti mengatakan tanah dimaksud sudah dibebaskan oleh Pemko Banda Aceh pada 2007 lalu. “Karena tidak memiliki IMB, maka kami sebagai penegak peraturan pada hari ini menertibkannya.”

Kepada pemilik tanah, ia menyarankan agar dapat segera menyelesaikan permasalahan tersebut ke Bagian Tata Pemerintahan Setdao Banda Aceh, jika pemilik tanah belum menerima ganti ruginya.

Ia menambahkan, sesuai qanun yang berlaku, bangunan tersebut sudah harus dibongkar dalam kurun waktu tujuh hari. Menurut Nurbaiti, sebelumnya pihaknya sudah memberikan surat teguran satu dan dua namun masih tetap dikerjakan pembangunannya. “Maka hari ini kami mengambil langkah penyegelan,” sebutnya

The post Satpol PP Tertibkan Bangunan Tidak Berizin di Jalan Ali Hasyimi appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Delapan Pelanggar Syari’at dicambuk, Zainal Arifin: Ini Komitmen Pemko Tegakkan Syariat Islam

Jumat, 20 April 2018

Humas Aceh | 20 April 2018

Banda Aceh – Sebanyak delapan pelanggar Qanun Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayah dicambuk di halaman Masjid Jami’ Lueng Bata, Jum’at (20/4/2018).

Prosesi pencambukan disaksikan langsung Wakil Wali Kota Banda Aceh, Drs H Zainal Arifin, Ketua TP PKK Kota Banda Aceh, Hj Nurmiaty AR, sejumlah anggota DPRK, Muspika Kecamatan Lueng Bata dan ratusan warga yang memadati halaman Masjid kebanggaan warga Lueng Bata ini.

Hadir juga menyaksikan eksekusi cambuk terhadap delapan pelanggar syari’at Islam ini, puluhan wisatawan asal Perak, Malaysia yang menggunakan dua bus berukuran besar.

Proses pencambukan mengundang perhatian warga Banda Aceh. Tampak petugas kerepotan memisahkan anak-anak dibawah umur yang ingin menyaksikan proses pencambukan. Anak-anak dibawah umur (18 tahun ke bawah) diminta petugas meninggalkan lokasi karena tidak dibenarkan prosesi uqubat cambuk ini.

Wakil Wali Kota, Drs Zainal Arfin menyampaikan, Pemerintah Kota Banda Aceh mempunyai komitmen yang kuat dalam hal penegakkan syariat. Penegakan syari’at Islam sangatlah penting, karena dengan tegaknya Syari’at Islam maka ajaran Islam akan terus eksis, hidup dan semarak, sehingga dengan sendirinya dapat menciptakan suasana dan lingkungan Islami yang Gemilang.

“Uqubat cambuk ini merupakan bukti bahwa Pemko bersama-sama dengan warga kota, tetap komit menegakkan Syariat Islam di Banda Aceh.Para Pelanggar Qanun Syariat Islam yang ditangkap dan dicambuk hari ini pun merupakan hasil tindak lanjut dari laporan masyarakat,”  ujarnya.

Zainal Arifin meminta, prosesi hukuman cambuk yang dilaksanakan hendaknya tidak hanya menjadi hukuman fisik kepada para pelanggar qanun, tetapi berefek jera kepada pelaku dan menjadi ‘iktibar bagi semua yang menyaksikan.

“Saudara-saudara yang hari ini terkena ‘Uqubat Cambuk, untuk bertaubat dan tidak mengulangi kesalahannya. Percayalah, pasti Allah SWT akan menerima taubat saudara-saudara sekalian. Demikian juga dengan seluruh masyarakat yang menyaksikan pelaksanakan uqubat cambuk ini, Kami mengingatkan kepada para hadirin, bahwa ‘uqubat cambuk ini bukan untuk mengejek dan menertawakan pelaku, tapi sebagai bahan pelajaran bagi kita semua. Bahwa apapun yang kita lakukan ada konsekuensinya,” pinta Zainal Arifin.

Dalam kesmepatan ini, Zainal Arifin juga meminta agar anak-anak yang belum cukup umur untuk tidak menyaksikannya.

“Anak-anak kita larang untuk menyaksikan ini. Hal ini terkait dengan upaya kita bersama untuk menjaga sisi psikologis anak,” jelasnya.

Kepada seluruh warga, Zainal Arifin kembali mengingatkan bahwa Pemko Banda Aceh telah membuka call center Gemilang Anti Maksiat di nomor 081219314001.

“Mohon dicatat dan disimpan nomor tersebut. Harapan Kami, dengan call center tersebut, warga akan dapat berperan secara aktif dalam hal pengawasan terhadap pelanggaran syariat islam di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Di akhir sambutannnya, Zainal Arifin mengimbau seluruh warga kota agar mengingkatkan kesadaran dalam bersyariat. Kesadaran merupakan motivasi terkuat  dalam menjalankan ajaran agama.

Terkait dengan keluarnya Pergu, dimana pelanggar Qanun Jinayah akan dicambuk di Lapas, Zainal Arrifin mengatakan belum bisa dilakukan karena belum ada turunannya seperti petunjuk teknis.

“Selain belum ada Juknis, kita juga perlu meminta arahan dari ulama terkait peraturan ini, Baru kemudia kita tindak lanjuti. Intinya kita tetap meminta petunjuk ulama dan juga berkomunikasi dengan Forkompinda Kota,” ujarnya.

The post Delapan Pelanggar Syari’at dicambuk, Zainal Arifin: Ini Komitmen Pemko Tegakkan Syariat Islam appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Darwati: Pencegahan Narkoba Diawali dari Keluarga

Kamis, 19 April 2018

Humas Aceh | 19 April 2018

Banda Aceh – Ketua Penggerak PKK Aceh, Darwati A Gani mengatakan, pencegahan penyelahgunaan narkoba  dapat dimulai dari dalam keluarga dengan memberikan contoh perilaku hidup sehat dan kasih sayang kepada setiap anggota keluarga.

Ketua PKK, Aceh Darwati A Gani menjadi keynote speaker pada acara Seminar Nasional “Kenali Bahasa Cinta Dalam Keluarga Sebagai Penangkal Candu Narkoba” di Aula Balai Kota Banda Aceh, Kamis 19 April 201

“Lingkungan Keluarga dan tempat tinggal merupakan area dimana upaya pencegahan itu bisa dilakukan,” kata Darwati saat menjadi keynote speaker pada acara Seminar Nasional dengan tema “Kenali Bahasa Cinta Dalam Keluarga Sebagai Penangkal Candu Narkoba” di Aula Balai Kota Banda Aceh, Kamis (19/04/2018).

Dengan menjalin hubungan baik dengan setiap anggota keluarga kata Darwati, akan memungkinkan orang tua melihat gejala-gejala awal pemakaian narkoba pada anak-anak.

“Kedekatan hubungan batin dengan orang tua akan membuat anak merasa nyaman dan aman, menjadi benteng bagi keselamatan mereka dalam mengarungi kehidupan mereka nanti,” kata Darwati.

Permasalahn keluarga, lanjut Darwati, menjadi salah satu pemicu penyalahgunaan narkoba pada anak-anak.

“Bila orang tua sering ribut, cekcok, maka itu bisa memengaruhi sang anak secara psikologis. Kegalauan ini bisa memancingnya untuk mencoba narkoba,” ujar Darwati.

Sebab itu kata Darwati,  membangun cinta dan harmoni dalam keluarga, melalui seni berinteraksi yang bisa merekatkan hati para anggota keluarga merupakan senjata ampuh dalam menangkal narkoba.

Bahasa dan prilaku dilandasi cinta kata Darati juga harus diterapkan pada individu yang sudah terlanjur terjerat atau kecanduan dengan narkoba, sehingga upaya rehabilitasi yang dijalankan bisa meraih hasil yang maksimal.

“Upaya merubah seseorang atau menjalin hubungan yang harmonis dalam keluarga itu bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan kiat-kiat khusus atau metodologi tertentu dalam menjalankan upaya tersebut,’.

Melalui Seminar Nasional tersebut, Darwati berharap para peserta  memperoleh wawasan tentang Bahasa cinta dalam keluarga, sehingga mampu meningkatkan semangat orang tua untuk menjaga diri dan keluarga serta lingkungan dari jerat narkoba.

Darwati A Gani juga turut menyaksikan penandatangan  MoU kerjsama Ikatan Keluarga Anti Narkoba (IKAN) dan Yayasan Kayyis Ahsana Aceh (KYA) tentang Penjangkauan Pemakai Narkoba Untuk di Rehabilitasi di Yayasan KYA.

The post Darwati: Pencegahan Narkoba Diawali dari Keluarga appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Sekda Aceh Sambut Panglima TNI dan Kapolri di Bandara

Kamis, 19 April 2018

Humas Aceh | 19 April 2018

Banda Aceh – Sekretaris Daerah Aceh, Dermawan, menyambut kedatangan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, di Lanud Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Kamis, 19 April 2018.

Bersama Sekda juga hadir Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, Pangdam Iskandar Muda Mayjen Hafil Fuddin, Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Rio S Djambak, Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda dan Ketua KONI Aceh Muzakir Manaf.

Kedatangan orang nomor satu di institusi TNI dan Polri ini ke Aceh dalam rangka silaturahmi. Keduanya juga dijadwalkan akan memberikan pengarahan kepada para personil TNI dan Polri di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh.

The post Sekda Aceh Sambut Panglima TNI dan Kapolri di Bandara appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Pemkab Aceh Timur Peringatan I’sra M’iraj 1439 H

Kamis, 19 April 2018

Humas Aceh | 18 April 2018

IDI – Pemerintah Kabupaten Aceh menggelar Peringatan I’sra M’iraj Nabi Muhammad SAW 1439 H / 2018 M. Kegiatan memperingati I’sra M’iraj 1439 H berlangsung di Masjid Agung Darussalihin, Rabu 18 April 2018.  Pada peringatan I’sra M’iraj 1439 H turut hadir sebagai pencermah yakni Tgk H. Awalul Zikri Lc. MA.

Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bun Syama’un dalam sambutannya mengatakan, sudah seharusnya kita bersyukur kepada Allah SWT karena pada hari yang khidmat ini, kita masih dapat kembali menyelengarakan acara peringatan ISRA’ MI’RAJ nabi besar Muhammad SAW yang merupakan salah satu peristiwa bersejarah. “Dengan peringatan I’sra M’iraj tahun ini dapat mempertebal keyakinan kita kepada Allah SWT,” harap Syahrul.

Katanya, Shalawat dan salam marilah senantiasa kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, para sahabat Beliu sekalian yang telah menegakkan kalimat Kaulah Illallah di muka bumi ini sehingga kita masih berada dalam keimanan serta nikmat Islam, seperti yang kita rasakan pada saat sekarang ini,” demikian pungkas Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syamau’n.

Pada peringatan isra m’iraj tersebut turut dihadiri, M. Ikhsan Ahyat, S.STP. M.AP Sekda Aceh Timur,  Letkol Inf M. Iqbal Lubis 0104 Aceh Timur, Kompol Bukhari Kabag Ren Polres Aceh Timur, Tgk H. Awalul Zikri Lc. MA (PENYAMPAIAN Tausiah, Drs. Zahri, M.AP asisten I, Usman A Rachman Asisten II, Marzuki Ansari, MA kakamenag Aceh Timur, Muhammad Amin. SH Asisten III Dan para SKPK serta para pegawai di lingkungan Pemkab Aceh Timur.

The post Pemkab Aceh Timur Peringatan I’sra M’iraj 1439 H appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Kalender Agenda

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32