Penyu Bertelur Tiga Kali Dalam Semusim Di Pantai Pasie Lembang

Kategori : Pemerintahan Jumat, 16 Maret 2018

Penyu-penyu bertelur 3 kali dalam semusim disepanjang pesisir pantai Pasie Lembang kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan. Untuk itu sudah saatnya semua pihak meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kita patut bersyukur karena mempunyai pesisir dengan pasir yang baik. Kebiasaan penyu akan kembali bertelur di pantai tempat penyu itu menetas dan masuk kelaut,” kata H Said Azhar Asisten Bidang Administrasi Setdakab Aceh Selatan pada acara Kenduri Laut sekaligus pelepasliaran anak penyu (tukik) dalam rangka Hari Bhakti Rimbawan (Kehutanan) ke-35 Tahun 2018, di pesisir pantai Gampong Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan, Kamis (15/3/18) petang .

Acara tersebut turut dihadiri Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Selatan diantaranya Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono, ST, Kasdim, Mayor Inf Ferdinand dan Anggota DPRK Armia Majid serta Asisten Bid. Pemerintahan Erwiandi, S.Sos, M.Si, dan Asisten Bid. Ekonomi dan Pembangunan H. Zaini Bakri, S.Sos, MM,

Selain itu, CTA Proyek BCCP GLE Penyu, Mr. Andreas Graefen, Kepala Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL) diwakili Kepala BTPN Wilayah I Tapaktuan, Buana Darmansyah, Kepala BNNK Aceh Selatan, Nuzulian, S.Sos, Pimpinan SKPK dan para Camat dan unsur Muspika Kluet Selatan dan undangan lainnya.

Menurut Said yang mewakili Sekdakab Aceh Selatan H. Nasjuddin, SH,MM Pantai Pasie Lembang, Singah Mata Rauntau Sialang akan dijadikan lokasi Objek Daerah Tujuan Edukasi (ODTE) penyu laut. Sebab lingkungan Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL) sangat bagus bila di kelola dengan baik.

Dia berharap, masyarakat dapat berkerjasama untuk saling menjaga dan melestarikan keberadaan penyu di pantai itu. “Sebab, kawasan TNGL ini adalah warisan nenek moyang untuk anak cucu kita, Karenanya mari secara bersama menjaga dan melestarikannya,” pintanya.

Sementara itu Mr. Andreas Graefen, CTA Proyek BCCP GLE Penyu dalam laporannya menyampaikan, perusakan hutan, pantai dan laut, akan merugikan manusia, sebab hutan adalah paru-paru dunia, ikan dan laut termasuk di dalamnya. “Indonesia memiliki terbanyak mamalia dan beribu spesies di dunia, ini suatu alasan mengapa saya berdiri disini,” ucapnya.

Ia juga membeberkan, lima tahun lalu dirinya sebagai turis mengunjungi pantai tersebut dan melihat penyu. Karena itu dirinya berinisiatif untuk menjaga dan melestarikan penyu-penyu tersebut. “ Kami bersyukur untuk ini mendapat dukungan dari Pemkab Aceh Selatan,” ujarnya seraya menyebutkan ada 400 ekor tukik yang dilepas hari itu. (qrt)

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32