Soal Narkoba, Perlu Komit, Serius dan Tekat

Kategori : Pemerintahan Selasa, 17 April 2018

Diperlukan komit serius dan tekad dari seluruh pihak untuk kerja nyata mencegah, menanggulangi, memerangi dan menolak tindak penyalahgunaan narkoba. Seluruh komponen masyarakat harus berani memberi ukuran lebih dari tindakan nyata melawan narkoba.

Demikian disampaikan Plt. Bupati Aceh Selatan Kamarsyah, S.Sos, MM dalam pidatonya pada acara pembukaan rapat kerja pemberdayaan masyarakat anti narkoba bersama instansi pemerintah di Aula Hotel Dian Rana, Tapaktuan, Selasa, (17/4/18)

“Kejahatan penyalahgunaan narkoba telah menjangkit strata sosial masyarakat kita, tidak terkecuali generasi muda bahkan usia anak-anak. Peredarannya sangat massive, ini sangat mengkhawatirkan,” katanya dihadapan peserta raker serta unsur forkompimda plus.

Menurutnya, komponen tersebut tidak terbatas pada kalangan masyarakat umum saja, namun aparat pemerintah harus menyadari semua bahaya dan konsekuensinya tersebut sesuai dengan peraturan Menteri Dalam Negeri RI No: 21/2013 tentang dukungan fasilitasi pencegahan penyalagunaan narkotika oleh pemerintahan daerah.

Pemberdayaan masyarakat anti narkoba adalah pertemuan pelaksana program dengan stakeholder dan tokoh masyarakat, yang dilakukan untuk memetakan calon penggiat anti narkoba yang akan memperoleh pengembangan kapasitas atau pelatihan P4GN.

Rapat kerja yang dipandu moderator Masriadi, S.STP, Msi Kabag humas dan protokol setdakab menghasilkan 4 butir kesepakatan bersama, yaitu 1). Mendorong pemerintah gampong menganggarkan dana gampong untuk kegiatan pencegahan dan pemberantasan narkoba; 2). Membentuk satgas/relawan anti narkoba di setiap instansi pemerintah dan gampong; 3). Setiap gampong dan SKPK mengupayakan alokasi dana untuk pembelian alat tes urine dan 4). Hasil raker menjadi rekomendasi bagi seluruh pihak dalam pembentukan qanun guna memperkuat perbup pengalokasian dana gampong.

Selain itu peserta juga menyusun rencana aksi, menentukan sasaran prioritas program dan kegiatan di lingkungan masing-masing. Mulai dari apa itu narkoba, dampak serius kepada fisik maupun konsekuensi hukum yang melekat, siapa yang dan bagaimana narkoba itu bisa beredar, dan juga cara mendeteksi serta menanggulanginya.

Raker ini bertujuan untuk membangun komunikasi, jejaring kerja dan kepedulian stakeholder dan masyarakat untuk melakukan penanggulangan masalah narkoba pada sasaran dan lingkungan instansi pemerintah dengan koordinasi dan sinergitas program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat anti narkoba.

Kegiatan ini juga menggerakkan potensi kemandirian para penggiat anti narkoba yang berada di lingkungan kerja pemerintah, serta mengumpulkan data dan informasi terkait penggiat anti narkoba, regulasi, sistem, norma yang mendukung lingkungan bersih narkoba di lingkungan kerja pemerintah. (qrt).

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32