Wabup Saweu Masyarakat Korban Abrasi Krueng Kluet

Kategori : Peristiwa Minggu, 14 Oktober 2018

Acehselatankab- Wakil Bupati (Wabup) Aceh Selatan Tgk. Amran paska dilantik akhir September bulan lalu melakukan kunjungan perdana terhadap masyarakat korban abrasi krueng kluet di Kecamatan Kluet Tengah, Sabtu (13/10/18).

Dalam kunjungan itu, Wabup didampingi Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Cut Syazalisma, S.STP, Kadis Pertanian Yulizar, SP, Setwan Halimuddin,SH,MH perwakilan Dinas PUPR, Dewan Penasehat DPW Partai Nasional Aceh (PNA) Aceh Selatan Tgk. Abrar Muda dan anggota DPRK setempat.

Kepada wartawan Wabup mengatakan kerugian yang ditimbulkan dampak dari abrasi krueng kluet yang melanda desa Siurai-urai dan Koto Indarung mencapai puluhan miliyar.

“Bagaimana tidak, sekira 80 unit rumah masyarakat dan satu masjid didua desa itu lenyap terbawa derasnya air sungai, tidak hanya itu, puluhan hektar kebun sawit dan pinang serta tanaman warga lainnya tergerus air,” terangnya.

Menurutnya, proses abrasi yang menggerus tebing sungai sudah terjadi sejak tahun 2016 lalu dan setiap air besar terutama dimusim penghujan air terus menggikis teping di daerah aliran sungai.

Kata dia yang paling menyentuh adalah berkurangnya jumlah lahan masyarakat berimbas pada mengecilnya pendapatan masyarakat di dua desa itu. Sebab, penjualan hasil kebun yang sudah semakin kecil itu, masih terbebani ongkos angkut, dikarenakan akses jalan darat kedua desa sudah terputus.

Karenanya sambung dia, agar tidak meluasnya abrasi sungai, maka pemerintah kabupaten Aceh Selatan berencana membuat krip-krip di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) guna mengembalikan arus air yang terpecah ke jalur semula sekaligus dapat meningkatkan kembali jumlah debit air ke irigasi teknis gunung pudung untuk mengairi 400 hektar sawah petani.

Solusi ini, kata dia sebagai langkah meminimalisir abrasi tebing di daerah aliran sungai krueng kluet yang sudah sampai ke Kecamatan Kluet Timur melalui sungai Lawe meugap yang juga mengigis tebing kebun masyarakat.

“Kita harus bergerak cepat sebelum bencana alam ini meluas, untuk itu kami akan mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Pusat melalui anggaran tanggap darurat, semoga cita-cita ini dapat terwujud dan perekonomian masyarakat kembali normal,” ujarnya.

Sementara itu, wakil bupati dan rombongan terpaksa menggunakan perahu motor untuk sampai di dua desa guna bertatap muka dan bersilaturahmi dengan warga setempat akibat jalan darat sudah terputus hanyut terbawa air. (Qrt).

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32