Potensi Perikanan
Ditulis oleh rahmat, pada Selasa, 17 November 2015
Perairan laut Aceh Selatan merupakan bagian dari Samudera Hindia dengan panjang garis pantai mencapai 140 Km memiliki potensi sumber daya ikan yang sangat besar dan melimpah. Hal ini dikarenakan daerah ini merupakan jalur migrasi Ikan Tuna serta salah satu pusat konsentrasi Ikan Cakalang, Tongkol, Tuna dan beberapa jenis ikan ekonomis lainnya seperti Tenggiri, Bawal, Kuwe, serta Udang. Di samping itu, perairan laut Aceh Selatan juga mempunyai potensi yang cukup baik untuk budidaya ikan dan rumput laut.

Potensi sebagaimana digambarkan diatas belum diusahakan secara optimal yang antara lain disebabkan karena keterbatasan armada perikanan dan kemampuan nelayan dimana sebagian besar merupakan nelayan tradisional yang terbatas dalam penguasaan modal dan teknologi baik di bidang penangkapan maupun budidaya laut.

Disamping itu, potensi areal budidaya perikanan di Kabupaten Aceh Selatan juga cukup besar baik budidaya ikan di kolam, tambak, perairan umum maupun budidaya ikan sistem minapadi. Secara keseluruhan potensi budidaya ikan air tawar diperkirakan seluas 20.156 Ha yang terdiri dari budidaya ikan di kolam seluas 10.000 Ha, budidaya ikan di perairan umum seluas 1.671 Ha, dan budidaya ikan dengan sistem minapadi seluas 8.485 Ha. Namun yang sudah dimanfaatkan baru mencapai 48,67 Ha dengan produksi sebesar 265,97 ton/tahun.

Potensi pengembangan budidaya air payau (tambak) mencapai 4.000 Ha yang tersebar di 9 (sembilan) kecamatan yaitu Kecamatan trumon, Bakongan, Kluet Utara, Kluet Selatan, Pasie Raja, Labuhanhaji Timur, Labuhanhaji, dan Samadua. Namun demikian yang telah diusahakan oleh masyarakat baru seluas 17,50 Ha dari potensi lahan yang ada dengan tingkat penerapan teknologi sederhana dengan produksi hanya 5,75 ton.

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32